Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum
Universitas Muhammadiyah Malang
Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum
Universitas Muhammadiyah Malang

Rubik Konsultasi Hukum Tuduhan Pornografi

TUDUHAN PORNOGRAFI


Assalamu’alaikum Wr. Wb.

 

            Pengasuh Rubrik Konsultasi Hukum Bestari yang saya Hormati. Saya Andy (30) dari Surabaya. Saya ingin berkonsultasi mengenai masalah hukum yang sedang saya hadapi saat ini. Saya memiliki seorang teman wanita (pacar) bernama N. Kami telah menjalin hubungan selama 2 tahun. Selama masa pacaran tersebut, saya dan N pernah melakukan hubungan layaknya suami isteri sebanyak 2 kali. Kemudian kami mengabadikan hubungan intim kami dengan mengambil gambar-gambar (maaf) bugil kami berdua dengan kamera. setelah itu saya mencetaknya agar kami bisa menyimpan dan mengenangnya. Agar N memiliki foto-foto tersebut maka saya juga mencetaknya dua kali. Setelah saya cetak gambar-gamar tersebut, saya berniat memberikannya kepada N. Namun ketika saya datang ke rumahnya, N tidak ada dan amplop yang berisi foto-foto tersebut saya titipkan pada B,  kakak N, dengan maksud agar amplop tersebut di berikan kepada N. Namun, tanpa sepengatahuan saya dan N amplop yang tertutup rapat tersebut dibuka dan dilihat isinya oleh B. B kemudian marah-marah dan menyuruh N untuk melaporkan saya ke polisi dengan tuduhan pornografi dan pemerkosaan.

            Saya sangat tertekan atas peristiwa yang saya alami. Saat ini saya sedang menjalani proses pemeriksaan di kepolisian. Yang membuat saya semakin tertekan adalah ketika pemeriksaan di polisi, N berpura-pura tidak mengenal saya. Sehingga dengan sandiwara yang dilakukan oleh mereka membuat saya seolah-olah adalah pelaku dari tindakan pornografi dan pemerkosaan.

            Pengasuh yang terhormat, yang ingin saya tanyakan adalah apakah perbuatan saya termasuk pemerkosaan padahal kami melakukan hubungan tersebut atas dasar suka sama suka. Kemudian  yang kedua tentang tuduhan pornografi. Apakah perbuatan saya termasuk tindakan pornografi? Yang terakhir, Atas tindakan N dan B terhadap saya, apakah saya bisa menuntut balik mereka?

Demikian pertanyaan saya, atas perhatian dan jawaban pengasuh, saya ucapkan terima kasih.

 

Wassalamu’alaikum, Wr.Wb.

 

Andy

Surabaya

 

 

Jawaban

 

            Wa’alaikum Salam, Wr.Wb. Saudara Andy yang kami hormati, kami turut prihatin atas permasalahan yang menimpa saudara. Perlu saudara ketahui bahwa dalam pasal 285 KUHP disebutkan ”barangsiapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa seorang wanita bersetubuh dengan dia di luar perkawinan, diancam karena melakukan perkosaan dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun”.  Berdasarkan ketentuan pasal tersebut, agar suatu perbuatan bisa dikategorikan sebagai tindak pidana pemerkosaan, maka perbuatan tersebut haruslah memenuhi unsur-unsur tindak pidana pemerkosaan sebagaimana termuat dalam rumusan pasal di atas. Adapun unsur tersebut diantaranya, (1). Dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, (2). Memaksa, (4). Bersetubuh dan (5). Di luar pernikahan. Tentu saja terpenuhi atau tidaknya unsur-unsur tersebut harus melalui proses pembuktian di persidangan, dengan menghadirkan alat-alat  bukti  baik berupa keterangan saksi, keterangan ahli, surat, petunjuk atau keterangan terdakwa. Unsur-unsur di atas hrus dibuktikan secara komulatif. Artinya apabila salah satu unsur saja tidak terbukti, maka tidak terjadi tindak pidana pemerkosaan. Dalam kasus saudara, apabila tidak terbukti saudara melakukan melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan atau memaksa N untuk berhubugan intim, maka perbuatan saudara bukanlah tindak pidana pemerkosaan.

 

Yang kedua  mengenai tindak pidana Pornografi, dalam Undang-undang Nomor 44 tahun 2008 Tentang Pornografi disebutkan: (1) Pasal 1 ayat (1): “Pornografi adalah gambar, sketsa, ilustrasi, foto, tulisan, suara, bunyi, gambar bergerak, animasi, kartun, percakapan, gerak tubuh, atau bentuk pesan lainnya melalui berbagai bentuk media komunikasi dan/atau pertunjukan di muka umum, yang memuat kecabulan atau eksploitasi seksual yang melanggar norma kesusilaan dalam masyarakat”.

(2) Pasal 34: “Setiap orang yang dengan sengaja atau atas persetujuan dirinya menjadi objek atau model yang mengandung muatan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah”.

(3) Pasal 35: “Setiap orang yang menjadikan orang lain sebagai objek atau model yang mengandung muatan pornografi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 12 (dua belas) tahun dan/atau pidana denda paling sedikit Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp6.000.000.000,00 (enam miliar rupiah)”. Berdasarkan kronologi kasus yang saudara sampaikan, maka tindakan saudara jelas dapat dikategorikan sebagai tindak pidana Pornografi.

 

Atas tindakan N & B yang melaporkan saudara ke pihak kepolisian, anda biasa saja melaporkan balik mereka dengan tuduhan melakukan tindak pidana pencemaran nama baik, karena itu merupakan hak saudara sebagai warga negara. Tapi kami ingin sedikit menggambarkan posisi saudara secara hukum. Dalam kasus saudara bisa saja saudara bebas dari tuntutan yang menyangkut tindak pidana pemerkosaan, namun bukankah anda sangat berpeluang untuk dijerat dengan pasal-pasal mengenai tindak pidana Pornaografi. Dan kalau itu terjadi, maka laporan saudara atas tindakan N dan B yang telah mencemarkan nama baik saudara menjadi sangat lemah. Hal ini harus menjadi pertimbangan saudara untuk mengambil langkah hukum selanjutnya.

 

demikian jawaban kami, semoga dapat membantu menyelesaikan permasalahan saudara.

 

Assalamu’alaikum, Wr.Wb.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

dengan memahami kasus saudara maka sebenarnya bisa ditangkap bahwa apa yang saudara lakukan bukanlah perbuatan pemerkosaan seperti apa yang di tuduhkan mantan pacar saudara. Tentunya dalam mengasumsikan sebuah perbuatan di katakan perbuatan pemerkosaan haruslah memenuhi beberapa unsur yang di atur didalam KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) yaitu pasal 285 meliputi : 1. Dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, 2. Memaksa, 3. Seorang wanita, 4. Bersetubuh dan 5. Di luar pernikahan. Sehingga setelah semua unsur tersebut terpenuhi maka bisa telah terjadi sebuah pemerkosaan.

            Jika per buatan yang mas Andy lakukan dengan pacar berlangsung atas dasar SMS (Suka Ma Suka) ya

Shared: