Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum
Universitas Muhammadiyah Malang
Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum
Universitas Muhammadiyah Malang

Rubik Konsultasi Hukum Bingung menikah di Luar Negeri

Bingung Menikah Di Luar Negeri

 

 

Salam Sejahtera

Pengasuh rubrik konsultasi hukum yang saya hormati, saya Ane dari Jakarta dan sekarang sedang menempuh studi di Jerman. Saya ingin menanyakan beberapa permasalahan yang belum saya mengerti dan membuat saya bingung. Saya memiliki seorang kekasih bernama JN, seorang warga Negara Jerman. Bulan Juli 2009 nanti saya dan JN berencana menikah di Jerman dikarenakan ada sesuatu dan lain  hal yang menyebabkan tidak memungkinkan untuk kami melaksanakan perkawinan di Indonesia. Saya dan JN beragama Kristen dan kami menginginkan pernikahan kami dilakukan menurut hukum agama kami serta disahkan oleh hukum Negara. Setelah saya menyelesaikan studi, saya dan JN berniat untuk menetap di Indonesia. Yang menjadi pertanyaan saya adalah apa yang harus kami lakukan agar pernikahan kami ini bisa dianggap sah menurut hukum di Indonesia? Kemudian apakah kami bisa mendaftarkan pernikahan kami di Kedutaan Besar Indonesia di Jerman? Selanjutnya saya ingin menanyakan bagaimanakah status kewarganegaraan anak saya kelak jika JN tetap mempertahankan status kewarganegaraannya?

 

Demikian pertanyaan saya, atas perhatian dan jawaban pengasuh kami sampaikan terima kasih.

Salam Sejahtera

 

 

Jawaban:

Saudara Ane yang kami hormati, sebelumnya kami ucapkan terima kasih atas partisipasi anda dalam rubrik konsultasi hukum Bestari. Pertama-tama harus anda ketahui bahwa atas perkawinan WNI yang dilangsungkan di Luar Negeri berlaku asas lex loci celebrationis. Asas ini berarti perkawinan harus dilaksanakan berdasarkan hukum negara dimana perkawinan dilangsungkan. Pasal 56 ayat (1) Undang-Undang No 1 Tahun 1974 Tentang perkawinan menyebutkan bahwa perkawinan yang dilangsungkan di  luar Indonesia antara dua orang Warga Negara Indonesia atau seorang Warga Negara Indonesia dengan Warga Negara Asing adalah sah bilamana dilakukan menurut hukum yang berlaku di Negara dimana perkawinan itu dilangsungkan.

 

Berdasarkan ketentuan di atas, yang harus anda lakukan agar pernikahan anda sah secara hukum di Indonesia adalah membuktikan bahwa benar perkawinan anda telah memenuhi ketentuan hukum yang berlaku di Negara dimana perkawinan tersebut dilangsungkan dengan cara mendaftarkan dan mencatatkan perkawinan tersebut  di kantor pencatatan perkawinan di Negara setempat, dalam kasus ini Jerman. Anda tidak bisa mendaftarkan perkawinan anda di Kudutaan Besar Indonesia di Jerman, karena Kedutaan Besar hanya bertugas untuk mengesahkan dokumen perkawinan anda yang telah di daftarkan di kantor pencatatan perkawinan Jerman. Selanjutnya dalam jangka waktu 1 (satu) tahun setelah anda dan suami kembali ke Indonesia, anda harus mendaftarkan perkawinan anda tersebut di kantor Catatan Sipil di wilayah tempat tinggal anda. Adapun persyaratan yang harus anda penuhi untuk mendaftarkan perkawinan anda di kantor Catatan Sipil adalah Bukti pengesahan Perkawinan Luar Negeri, Kutipan Akta Kelahiran, KK dan KTP, Passport kedua mempelai, Kutipan Akta Perceraian atau akta kematian suami / istri bagi mereka yang pernah kawin, Dokumen keimigrasian (bagi WNA) (Surat Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Luar Negeri No. 589 tahun 1999 dan No. 182/OT/X/99/01 tahun 1999 tentang  Petunjuk Pelaksanaan Perkawinan WNI di Luar Negeri).

 

Untuk status kewarganegaraan anak anda kelak, sesuai dengan dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang kewarganegaraan disebutkan bahwa anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah Warga Negara Asing dan ibu warga Negara Indonesia memiliki kewarganegaraan ganda sampai anak tersebut berusia 18 tahun atau sudah kawin untuk kemudian anak tersebut harus menyatakan memilih salah satu kewarganegaraannya.

 

Demikian jawaban kami, semoga dapat membantu menjawab kebingungan anda.

 

 

 

 

 

Shared: